Drama Satu Babak

Saat diri gagal menyelaraskan rasa dan bicara,,, yang tersisa hanyalah kata yang tercekat di tenggorokan.

Dengarkah kau? akan isakan haru yang beradu dengan gemuruh tepukan tangan penonton?

Tepat disaat dirimu berhasil mengubah rasa hanya dalam permainan drama satu babak.

Mungkin ini rasanya…

Kalah di dalam drama yang kutulis sendiri.

Yang tiap plotnya kutulis dengan rapih.

Tanpa sadar, aku meninggalkan celah kecil yang dengan piawai kau usik.

Dan mengubah tawa di akhir cerita menjadi hampa.

 

@fitapermatasari

Jakarta. 2 Januari 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s