Jadilah Milikku, Mau? : a flash fiction

Dira mondar mandir gelisah memikirkan konsep Fashion Art Project-nya. Ia merasa selalu mentok di hal yang itu-itu saja.

“Bosan” keluhnya dalam hati

Teman satu tim-nya bingung dan sudah tak tau harus berkata apa. Mereka cenderung diam karena menaruh hormat pada Dira yang merupakan project leader.

**

“Gue bingung ngga…” Keluh dira pada Rangga salah satu designer yang tergabung dalam timnya.

“Lo bingung kenapa? Soal konsep?”

Dira mengangguk mengiyakan. “Lo ada ide gak?”

“Ide apa lagi, Ra? Semua ide kita tiap diajukan ke lo, dimentahin lagi. Gue sih udah nyerah sama perfectionist lo itu. Sekarang sih terserah elo. Capek gue” jawab rangga.

Dira terdiam lalu menghela nafas.

“Sebenernya ngga, gue ada ide. Tapi gue gak yakin…”

“Maksud lo..?”

“Kalau publik gak suka? Ato gak cocok sama sponsor?”

“Ide itu gak bisa dipaksain, Ra. Dengerin kata hati lo”

“Gue takut konsep ini terlalu simple”

“Hahaha, bukannya dulu lo yang bilang ‘ide sesimple apapun asal dibangun dengan twist yang oke pasti hasilnya memuaskan’?”

“Less is more, Ra” rangga melanjutkan kalimatnya.

Dira terdiam sejenak.
Namun tiba-tiba ia berdiri dan berseru.

“Ayo ngga, kumpulkan yang lain. Kita meeting sore ini juga” ujar Dira dengan antusias

“Hah sekarang?!” Rangga kaget namun dalam hatinya ia tau, fashion project mereka kali ini akan menyenangkan.

***
Dira memandang langit lepas sambil berbisik dalam hati.

“Would you be mine, Biru. My inspiration.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s