Senyum Untukmu Yang Lucu : a flash fiction

Aku rasa, pemandangan hujan di balik kaca pasti menarik hatimu. Bukan karena jiwamu yang sedang sendu, tapi aku tau kau suka mendengarkan apapun itu yang kau sebut dengan nyanyian hujan. Membiarkan jendelamu sedikit terbuka agar aroma hujan dapat masuk ke dalam rumah.

Kamu disana, sendiri.

“Tapi masih ada yang kurang” bisikmu pelan.

Lalu aku datang membawa warna. Memberi rasa pada hujan di balik jendela sehingga memercik kehangatan di sela-sela semilir angin dan rintik hujan. Sudut matamu menyipit. Kuperhatikan detail bibirmu.
Kamu tersenyum.

Sempurna.

Aku tersenyum senang. Kupandangi senyummu. Senyummu yang terbingkai dalam kanvas berukuran 40×60, untukmu, gadisku yang lucu.

2 thoughts on “Senyum Untukmu Yang Lucu : a flash fiction

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s