Kalau Odol Lagi Jatuh Cinta : a flash fiction

KEJUTAN!

KEJUTAN!

-Hari pertama-
Kemana sih kamu?
Kok gak ada disini sama aku?
Aku mencarimu ke berbagai penjuru. Tetap tidak bertemu.

-Hari Kedua-
Kamu tahu, 24 jam tanpa melihatmu itu kelabu!
Bosan. Gak ada yang seru.
Kamu dimana? Aku mau tahu.
Biar aku menyusulmu.
Aku rindu.

-Hari Ketiga-
Masih tak ada tanda-tanda kehadiranmu.
Rinduku semakin memburu.
Aku berlari ke segala penjuru.
Putus asa akan keberadaanmu.
Sepi.

Hingga tiba-tiba kudengar sebuah suara berseru padaku.

“Kakaakkk, si odol udah ketemu” Rania adikku berseru sambil ngos-ngosan karena berlari.

“Hah? Dimana?” Aku panik

“Di rumah tetangga baru, kak. Katanya udah tiga hari disana gak mau pulang”

Waduh. Mampus gue! Mana gak kenal sama yang punya rumah.
Aku bergegas menuju rumah tetangga baru yang baru dua bulan pindah itu. Dalam perjalanan aku teringat tingkah si Odol beberapa waktu terakhir. Ia sering pergi tiba-tiba dan jarang ada di rumah.
Sesampainya disana, tanpa ba-bi-bu lupa sopan santun aku langsung ngeloyor masuk ke dalam rumah dan panik.

“Si odol mana, Pak?” Ujarku pada pria paruh baya yang sedang mencuci mobil di depan garasi.
Dia mengerutkan kening, tapi begitu melihat adikku si Bapak tersenyum, ia paham siapa yang aku maksud.

“Langsung ke garasi aja mbak” ujarnya seraya menunjuk ke arah pintu garasi dan mempersilahkan aku masuk.

Disitulah kulihat si Odol. Kucing Persia kesayanganku dengan kalung berbandul gitar, yang kudapatkan secara gratis dari pasta gigiku. Cikal bakal nama Odol. Yah…majikan gak modal emang.hehe
Tapi gpp, yang penting si Odol ketemu.
Hanya saja Odol tidak sendiri, ada seekor kucing kampung berbulu belang disitu.
Dan..tunggu!
Itu anak-anak kucing? Yang ada di keranjang beralaskan taplak?

“Namanya Odol ya?Agak aneh ya buat kucing mahal kayak punya lo”
Sebuah suara mengagetkanku. Seorang pemuda seumuranku tiba-tiba berdiri disampingku.
Aku masih diam, terlalu terkejut dengan apa yang kulihat di hadapanku ini.
Odol, kucing lain, anak kucing.

“Kucing belang itu punya gue, namanya Mimi. Pacar Odol sepertinya, sejak gue pindah kesini kucing lo itu sering main kesini. Yaa…ini hasilnya 7 anak kucing. Anak Mimi dan Odol” ia melanjutkan kalimatnya

“Sumpah gue shock” hanya itu yang dapat terucap dari mulutku

Jadi ini ternyata yang jadi sumber masalahnya? Si Odol sedang jatuh cinta. Akhirnya bikin repot satu rumah.
Ah, tapi gpp. Aku senang kalo Odol senang.

Kami terdiam sejenak memandangi kucing-kucing kami yang sedang merasakan indah dunia.

“Oh iya, nama gue Robby” ia memperkenalkan diri

“Tania”

“Tan, lo restuin Odol sm kucing gue kan?” Ujarnya

“Hahah apaan sih lo… Udah kayak ortunya aja kita”

“Hahaha, this is gonna be fun!” Ujarku dalam hati.

(Bersambung)

***

Big Thanks to Mbak Lala for the challenging title. *elap2keringat* *lepasikatkepala* *sungkem*

@unge : ini judul hari ketiga belas ‘wow’ banget deh pokoknya!

6 thoughts on “Kalau Odol Lagi Jatuh Cinta : a flash fiction

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s