Modus Anomali (2012) : Berlari, Sembunyi dan Mencoba Pecahkan Misteri

Siapa yang tidak tahu dengan sutradara Joko Anwar? Karya filmnya selalu jadi topik pembicaraan di kalangan movie enthusiasts. Walau mungkin kalangan umum -well, most of my friends- lebih mengenalnya lewat sifat nyentriknya dan kepopulerannya lewat aksi kontroversial di dunia 140 karakter. Anw, saya sendiri, sebenarnya bukan penggemar Joko Anwar. Sebelum Modus Anomali, satu2nya film layar lebar-nya yang saya tonton adalah Janji Joni dan itupun karena ada Nicholas Saputra. Buat saya, Joko Anwar bukan tokoh yang spesial yang membuat saya mengejar sampai harus semua karyanya. Dia sutradara dan saya paham benar hal itu, but that’s it!. Bahkan mengetahui dua film setelah Janji Joni, yaitu Kala dan Pintu Terlarang berjaya di berbagai festival film internasional pun tetap tidak menarik perhatian saya untuk menontonnya di bioskop. Well, mungkin karena saya ini penakut. Tapi, jujur, dulu saya memang cenderung skeptis dengan kualitas film lokal. Film Modus Anomali pun saya tonton karena ajakan teman, mungkin saya harus berterima kasih padanya, karena film ini mengubah penilaian saya terhadap sosok sutradara ini. Secara Personal. Namun itu kisah lain, untuk saat ini mari kita bahas film-nya saja.πŸ™‚

***

Secara garis besar Modus Anomali menceritakan tentang seorang pria (Rio Dewanto) terbangun dari kubur, menyadari dirinya berada di tempat asing di tengah hutan dan lupa akan identitasnya.
Dalam kebingungan, ia terus menyisir hutan hingga menemukan sebuah rumah dimana dia menemukan rekaman pembunuhan ibu hamil (Hannah Al Rashid) yang kemudian ia ketahui adalah istrinya. Di hutan itu, ia menghadapi serangkaian teror yang mengancam nyawanya, di tengah kebingungan itu juga, ia mengetahui bahwa anak-anaknya menghilang dan kemungkinan masih hidup, namun tersesat di tengah hutan. Ia pun berusaha mencari keberadaan anaknya, mencoba menyelamatkan mereka dan mencari tahu penyebab atas kejadian yang menimpa keluarganya.
Apa yang sebenarnya terjadi?

***

Mungkin belum sempurna, tapi berbeda! Hanya itu yang terlintas di otak saya seusai menonton film ini. Eksekusi film ini masih dibawah ekspektasi saya, tapi terus terang, film ini membawa penonton ke tingkat moviegasm yang sama sekali berbeda. Melalui film ini, Joko Anwar mengiring penonton ke serangkaian teka teki. Menimbulkan banyak pertanyaan, membuat kita mencoba menebak-nebak tentang ‘kenapa’, ‘siapa’, ‘bagaimana’, even to ‘when’ and ‘where‘. Mengajak penonton menjadi detektif selama durasi film.

Sebenarnya pemilihan Rio Dewanto sebagai tokoh utama di film ini juga menjadi pertanyaan besar bagi saya. Kenapa Rio Dewanto? Karena jujur saja akting Rio Dewanto ,menurut saya, kurang meyakinkan untuk tokoh sepenting itu.Β  Apa Joko Anwar punya alasan khusus untuk hal ini?
Alur filmnya terlalu lambat sehingga mengurangi ketegangan yang seharusnya dirasakan dari film thriller, it wasΒ (almost) not thrilling at all. Bahkan dengan pembunuhan dan teror yang bertubi tubi saya lempeng aja nontonnya, cenderung datar dan membosankan terutama di bagian awal. Apalagi, film ini adalah garapan Joko Anwar yang reputasinya karya-karyanya bisa dibilang bagus. And also don’t forget the broken english…pengucapan bahasa Inggris pada beberapa aktor, terutama yang masih kecil, masih terdengar kaku. Sayang sekali karena pengucapan yang ‘broken’ itu cenderung merusak Β feel.

But overall, this is still a must see Indonesia Film. Karena Modus Anomali akan memberikan pengalaman sinema yang sama sekali berbeda, terutama jika dibandingkan dengan film lokal kebanyakan yang cenderung berputar di genre yang itu-itu saja. Siapa tahu kamu akan seperti saya, menemukan petualangan baru yang menantang. Semua karena film ini.
Teman saya yang merupakan penggemar karya Joko Anwar berpendapat bahwa menonton film-film Joko anwar sesungguhnya seperti bermain teka-teki. Hal ini baru saya sadari -terutama jika melihat antusiasme ‘pengikut’ setia karya2 Joko Anwar- yang membawa saya ke kesimpulan baru, bahwa sepertinya euforia utama menonton film-film karya Joko Anwar justru bukan di ritual menonton film-nya tetapi kesenangan memungut tiap ‘kepingan puzzle’ yang memang sengaja ditebar di tiap adegan film. Menantang! Terutama bagi mereka yang suka dengan permainan pikiran. Just look beyond what you see!

Langkahkan kakimu ke bioskop, teman! lalu pulanglah ke rumah dengan hati senang, kecewa atau dengan pikiran yang terus menumbuhkan tanya.πŸ™‚

PS : buat yang belum nonton film Joko Anwar sebelumnya, I reccomend you to buy the previous film dvds.πŸ™‚ *menujupusatperbelanjaan*

Director : Joko Anwar
Writer Β  : Joko Anwar
Casts Β  : Rio Dewanto, Izzi Izman, Hannah Al Rashid

Rate : 6/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s