Jangan Tanya Kenapa

Entah sudah berapa banyak kata tanya yang harus kudengar
“Kenapa?”
“Kenapa?”
“Kenapa…dia?”
atas pilihan yang dengan bangga kubawa

“Kenapa?”
“Kenapa?”
“Kenapa…dia”

Terus terang, aku tidak mengerti apa yang harus aku jelaskan.
Yang aku mengerti, dia mengajarkanku soal rasa…
Hanya rasa…bukan kata-kata.

–Jakarta, 21/02/2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s